Tuesday, 29 July 2014

Selamat Idul Fitri, Pa

Selamat idul fitri, papa..

Disana pasti tidak ada opor ayam, tidak ada ayam kampung goreng, tidak ada es buah, juga tidak ada semangka.

Mungkin papa masih harus bekerja di kantor, merencanakan pembangunan hotel dimana mana, dan cuma minum kopi hitam di pagi hari..

Pa..
Pulanglah pa..
Sebentar saja, aku ingin mengadu.
Ingin bercerita tentang kakek yg selalu memarahiku, IP ku semester 4 ini, dan banyak hal.

Pulanhlah pa, sebentar saja.

Credit to Ayumi Chintiami

"You are greater than your problem"

-- Ayumi Chintiami just told me.

She's right..
I am greater than my problem..
:)

\^^/

Selamat ulang tahun...
Anugerah pagi pertama yg berharga.

Semoga selalu bahagia :)

Sunday, 13 July 2014

It's too often.

kata orang, dasar dr sebuah hubungan adalah kejujuran dan tidak merahasiakan sesuatu...

aku telah sempat mencintaimu sebelum ini, dan terlalu banyak berharap kepadamu jauh sebelum ini.. Dan mungkin, selalu mengikuti cerita tentangmu sejak 2009, aku jadi punya banyak luka karenamu.
Saat-saat ini, kalau kamu kembali membuatku putus asa, aku sampai tidak lagi bisa mengenali, perihal luka mana yang kembali terbuka, bekas luka yang mana yang ternyata belum sembuh benar.

Aku tau ceritamu sebelum ini, aku melihatnya, dan merasakan sakit yang ternyata masih saja ada bekasnya.

Bahkan setelah akhirnya kita bersama-pun, masih saja kamu tega melakukan hal-hal yang cukup menyakiti perasaanku.

Beberapa kali, tidak hanya satu atau dua kali.

Aku nyaris berada di ambang keputus asa-an beberapa bulan lalu saat tau kamu mendekati seorang lain, sementara di satu sisi, tanpa kamu ketahui, aku berusaha menjauh dari laki-laki lain.

Aku tidak tau lagi apa yang bisa aku lakukan untuk membuatmu tidak lagi nakal, tidak lagi menanggapi perempuan-perempuan lain yang mendekatimu.
Sikap tinggi hati dan rasa suka dikagumi-mu itu mengalahkan semua usaha ku untuk menjaga hati ini hanya untukmu.

Kenapa kamu tidak pernah melihat usahaku untuk setia?
Kenapa berbohong?
Kenapa terus saja mau kembali di dekati oleh mereka?

Tidak kah cukup untukmu punya aku dengan segenap kekuranganku, tapi juga perasaan cinta yang begitu tulus untukmu?

Tuesday, 20 May 2014

:)

There was one person had ever said to me that he could be a thousand times better than my boyfriend .
He could be right, I just thought.

But I think I'm the foolish one, who can't ever look for anybody else but my boyfie.

And to find the fact that sometimes my boyfie cheating with another girl, it just killing me down.

I couldn't do anything else, but cry

Saturday, 5 April 2014

Belajar ketulusan dari mereka yang tulus

saya bersyukur dilahirkan dalam keluarga seperti ini.. sangat bersyukur.
saya tidak pernah hidup dalam kekurangan meski terkadang saya harus menunggu beberapa waktu untuk bisa dipenuhi apa yang saya inginkan ..

saya bersyukur bisa bertemu dan mengenal orang-orang di sekitar saya..
orang-orang yang mengajari saya tentang ketulusan dan cinta kasih.

memang diantara mereka ada juga yang ambisius, haus kekuasaan, pemuja keningratan dan hal-hal lain yang tidak saya sukai.. tapi di antara semua itu, saya hanya ingin jadi orang baik.. yang berguna dan tulus membantu orang lain.

saya tidak pernah memaksa mereka harus tau siapa saya, saya tidak keberatan untuk membantu mereka dengan cara-cara yang aneh dan tidak biasa saya lakukan.

tapi melihat mereka tersenyum dan mendengar cerita mereka membuat saya yakin, bahwa saya cukup berada di tempat ini.

biasa saja memang, tapi jauh lebih nyaman.

saya melihat bagaimana orang-orang berjuang dan diam diam menyerah di bilik bilik ruang hemodialisa.

saya mendengar cerita mereka yang tidak punya rumah dan tidur di emperan toko dengan selimut kotor mereka, dengan barang dagangan yang mereka perjuangkan dari pagi sampai malam.

saya menerima balasan lagu-lagu dari anak-anak jalanan setelah saya mentraktir mereka nasi ayam.. lagu-lagu yang dinyanyikan dengan suara asal asalan dan kencrung yang sudah usang.

saya melihat pedagang-pedagang di pusat grosir yang tersenyum dan berbagi cerita dengan mereka..
membantu foto produk untuk mereka dan menata ulang kios mereka.. kadang saya tersenyum dan merasa lucu, karena saya tidak dibayar dengan uang..
nenek di toko batik disana menawarkan untuk mengecilkan dan menjahit ulang baju saya yang kebesaran..
pak agung di toko souvenir menawarkan membantu teater dan mengajari saya banyak pelajaran kehidupan..
pak andi dan istrinya di konveksi suka menelepon saya sekedar tanya kabar dan mentraktir es teh untuk saya, lebih lebih saat ini pak andi sudah menyisihkan uang untuk beli speaker di kiosnya agar saya bisa dengar lagu-lagu dari flashdisknya.. Lagu-lagu dangdut dan genre lain yang bukan selera saya, tapi akhirnya kami semua akan menyanyikannya sambil tertawa dan menunggu pelanggan.

itu baru sebagian kecil dari orang orang baik yang sudah saya temui, yang bisa membuat saya belajar lebih luas melihat dunia, dan selalu belajar ketulusan tanpa henti..

suatu saat nanti, saya harus bisa membantu mereka lebih dari ini. lebih dari sekedar menyelami kehidupan mereka.. saya harus membantu mereka untuk lebih sukses lagi..

:)

Untuk kalian semua, yang sudah mengajari saya ketulusan.. Salam penuh cinta yaaa ♥

Wednesday, 2 April 2014

Hai, R

Pada saatnya nanti, saya akan terbiasa untuk tidak merindukanmu.
Tidak lagi menangisimu.
Terbiasa tidak menanti kehadiranmu.
Saya akan terbiasa untuk mencintai satu sisi saja, tanpa kamu ada mencintai saya sebagaimana mestinya.

Pada saatnya nanti, kita akan tahu pada siapa Tuhan berpihak.
Pada aku yang terlalu mencintaimu atau padamu yang menganggapku angin lalu?

Aku tahu tujuan hidupku
Aku yang merindukanmu dan ingin memberi waktuku untukmu

Tapi nyatanya kamu lebih tahu tujuan hidupmu
Kamu yang jemu merindukanku dan waktumu yang tak sempat lagi untuk sekedar menemuiku.

Bagimu, dunia adalah hal yang bisa membuatmu penuh kuasa.
Sementara bagiku, dunia hanya ingin aku isi dengan cinta, dengan kebersamaan yang sederhana.

Tuhan pernah mempertemukan kita dan memberi kita rasa saling menyayangi.. Tapi bisa jadi ini tidak bertahan lama. Aku takut tujuan hidupmu berubah arah, aku takut tidak lagi ada dalam mimpimu.

Aku takut, aku pun akan menyerah memahami dan mempertahankamu.