sudah sekian lama sejak hari dimana aku bertemu dengannya pertama kali.
sudah sekian lama sejak aku bertemu dengannya lagi
dan sudah sekian lama sejak aku mulai jatuh hati.
masih tentang dia yang pandai menulis.
aku rasa aku mulai pandai menulis. terutama tulisan tentangnya, yang tak pernah habis untuk bisa dirangkum dalam kata-kata.
jadi malam ini aku menulis lagi,
lelaki itu tak pernah bisa berhenti tersenyum, tak pernah bisa berhenti terlihat bahagia.. tapi aku tidak mengenalnya, aku tidak tau apakah tawa dan senyum itu palsu atau memang tercipta secara spontan dari hatinya.
entahlah .
aku hanya suka melihatnya, dan aku cukup dengan itu saja.
bukankah sejak mencintainya, aku belajar bahwa cinta tak selalu harus diucap kata? tak selalu harus saling berbicara .
Labels
- 31 surat cinta untuk ayah (2)
- fiksi mini (6)
- lagu (2)
- me against the world (2)
- SAJAK (2)
~ hidup
~ bahagia
~ sedih
~ rindu
~ amarah
~ sepi
~ segala
terima kasih
Powered by Blogger.
Popular Posts
-
Selamat ulang tahun... Anugerah pagi pertama yg berharga. Semoga selalu bahagia :)
-
Berbahagialah, Aku akan mengamini doa-doamu dan mendoakan mimpi-mimpimu - untuk Willem
-
"Bahwa Tuhan tak main-main ketika menciptamu itu benar. Butuh lebih dari debu, Bahkan mungkin rindu ketika membentuk sosokmu. Dar...
-
sendu aku menatap hujan dari beranda rumah membayang semua masalah dan pelan bulir bulir air mata jatuh juga sore itu hujan deras dan ak...
-
yep... rasanya udah sejuta tahun nggak posting apa apa.. kasian berdebu gini ya kamu . :( hari ini Senin, 13 April 2015. dan aku di Jakar...
-
Long time no see.. sejak kemampuanku mengolah kata sudah kusumbangkan pada media resmi, rasanya nulis buat ungkapin perasaan aja susah bang...
-
pada kedua tangan yang menggenggam hangat itu aku berserah. pada tatapan hangat itu aku akan merasa baik-baik saja. pada hati yang selalu ...
-
Dear item, nikon d3100 ku tercinta. . . kebersamaan kita ternyata sudah lebih dari 1 tahun, dan begitu banyak hal yang sudah kita lalui ber...
-
Saya selalu menomor satukan kamu. Terlalu mencintaimu dan menganggap kamu segalanya, muara hidup saya. Tapi kamu selalu menomor sekiankan s...
-
saya bersyukur dilahirkan dalam keluarga seperti ini.. sangat bersyukur. saya tidak pernah hidup dalam kekurangan meski terkadang saya haru...
Favorit Saya
penulis
- aulia dian p
- masih belajar untuk bisa menerima bahwa hidup tak selalu hitam dan putih
follower
Our Partners
Copyright (c) 2010 sepotong bulan merah jambu ♥ and Powered by Blogger.
0 comments:
Post a Comment